June 11, 2011
Paradigma pendidikan.
Dalam sebuah perjalanan ke bogor, sempat berbicara panjang tentang kehidupan tukang ojeg yang saya tumpangi. sepanjang perjalanan saya menanyakan tentang kehidupan pribadinya. “ saat berbicara tentang pabrik aqua yang terletak didaerah cicurug, beliau mengatkan bahwa ijazah SMA nya tidak terpakai, sebab tidak bisa bekerja beliau mengatakan hal seperti itu”. mudahan beliau diberikan kemudahan dalam menempuh kehidupan yang sulit ini.
Dunia pendidikan sudah tidak lagi diminati oleh kebanyakan penduduk sukabumi, orang yang bependidikan dan lulus dari strata satu sudah menjadi langka apa lagi yang master mungkin bisa dihitung jari. Dari kasus diatas kita dapat menyimpulkan sebuah paradigma yang sedikit keliru tentang pendidikan yang sudah mendarah daging dan mengakar dalam tubuh masyarakat sukabumi pada saat ini. Bahkan ada juga orang tua yang mengatakan “keur naon kuliah ari awewe mah, ujung – ujungna mah pasti kadapur”. Paradigma mereka tentang pendidikan adalah “pendidikan untuk bekerja”. Sehingga banyak orang setelah lulus sma terus bekerja dan mendapatkan penghasilan yang cukup untuk makan dan anak family sudah dianggap cukup dan memadai. Akibatnya banyak setelah menjalani masa tua atau senja masih bekerja dengan kuantitas yang sama ketika masih muda. Kekurang waspadaan dan kurangnya informasi yang mereka terima, lambat laun kehidupan akan semakin sulit, nilai uang akan semakin terkikis. Misalya saat kita masih kecil uang 500 rupiah masih sangat besar. Namun kita lihat sekarang harga sebuah uang mulai menaik. Bahkan seribu rupiah sudah menjadi harga yang tidak cukup bernilai. Saat kita muda mungkin gaji yang kita terima mungkin masih cukup untuk membiayai kehidupan kita pada saat ini namun di kemudian hari nilai uang yang kita terima tidak mencukupi biayai kehidupan, tanpa kita mengembangkan pengetahuan dan skill kita dalam hal sesuatu yang geluti pada saat ini. Kita juga tidak bisa menyalahkan paradigma masyarakat tentang hal tersebut. Karena dalam dunia nyata sebuah lowongan pekerjaan biasanya diiringi dengan persyaratan lulusan atau ijazah contohnya S1, diploma, atau SMA.namun banyak juga orang yang berhasil setelah lulus SMA atau sederajatnya yang berhasil membangun kesuksesan dalam hal harta.
Semua beban dan tugas ini adalah kaum yang mengerti tentang sebuah pendidikan, kaum intelektual dan para pemerintah daerah sukabumi untuk kembali merubah paradigma berfikir masyarakat tentang pentingnya sebuah pendidikan. Dalam sebuah buku harta vs asset Bahwa pendidikan adalah sarana untuk memperbanyak, memperluas dan memperdalam paradigma yang baik, benar, terarah, tepat dan terkini. Pendidikan juga bukan factor utama untuk menjadikan seseorang menjadi sukses, tetapi bagaimana kita dapat mengenali peluang dan menyikapi peluang itulah yang menjadi factor sukses. Hingga dalam mengambil keputusan, atau dalam menentukan sesuatu dengan penuh perhitungan yang matang. Yang akan menjauhkan penyesalan dari sebuah kesalahan dalam pengambilan keputusan.sehingga akan meminimalisir dari sifat spontan, seperti tawuran warga, kerusuhan, Kita juga tidak akan sembarangan dalam memilih seorang pemimpin, atau wakil rakyat yang akhirnya akan merugikan diri sendiri dalam masa yang akan datang.juga mengurangi aksi politik uang yang diberikan oleh para pemimpin yang akan bertanding Semua sudah terprogram dan terplanning dengan sangat baik.
Media juga sangat berperan aktif untuk menggedor daya baca masyarkat, saya sering melihat mereka membaca sebuah surat kabar yang menyedikan informasi seputar olahraga. Setelah membaca berita olahraga lantas mereka meletakannya. perlahan – lahan orang mulai ketagihan untuk membaca walaupun masih dalam kuantitas yang masih sedikit. Namun tidak sedikit orang yang sudah melalui prosesi pendidikan bahkan sudah hampir menempuhi starta akhir. Mereka masih bersikap seperti orang yang tidak berpendidikan. Lihat saja tawuran yang terjadi antara sma, tawuran antara mahasiswa, karena paradigm mereka tentang sebuah pendidikan masih sangat keliru, jikala paradigm mereka tentang sebuah pendidikan adalah untuk berfikir lebih terarah, lebih matang. Mereka akan memikirkan segala sesuatunya dengan sangat baik. Sehingga hal – hal yang berbau sifat primitive bersifat anarki akan mulai terhapuskan. Jikalau kita mengerti dan memahami wawasan tentang suatu hal, maka fungsi kita akan berubah menjadi pengontrol pemerintah, untuk sekarang ini kita tidak bisa terlalu mengandalkan anggota DPR, karena akhir akhir banyak anggota dewan yang terlibat dengan kasus korupsi.
Dalam realitas kehidupan, Pendidikan juga ada yang bersifat formil dan informal. Pendidikan formil yang sebelumnya kita ketahui, SD,SMP,SMP dan jenjang univesitas. Mungkin dengan alas an finansial akhirnya tidak dapat melanjutkan kesebuah pendidikan formil namun, ada gaya pendidikan yang lainnya yaitu informal: Mario teguh pernah mengatakan dalam golden ways, “belajarlah dari kehidupan”. Itulah yang dimaksudkan dengan belajar informal. kita masih bias bersaing dengan orang yang dalam pendidkan formil. Contoh saja buyahamka, adakah beliau mengecapi sebuah pendidikan formil?? tapi namanya tekenal dengan keilmuannya, karena beliau belajar dari kehidupan, dengan rajin membaca buku. Dan mempelajari ilmu yang lain dengan menambah skill dan menjadikan profesionalis. Kalo kita tidak bias membeli buku, kita bisa meminjamnya atau kita bias pergi keperpustakaan daerah sukabumi, kita bias membaca dengan gratis tanpa harus membeli buku. Namun kemampuan kita akan bertambah, pengetahuan kita juga akan semakin meluas. Dan menjadikan diri kita sebagai SDM yang berkopetensi dan berpengatahuan.
Perjuangan kita sekarang bukan untuk merebut kemerdekaan dari penjajahan colonial, tetapi perjuangan untuk merebut kemerdekaan dari ikatan paradigam yang salah. Perjuangan atau kebebasan waktu, pikiran, perasaan dan finansial.
Ryan FIkri ( tulisaN Pertama yang di kirim ke penerbit).
vip tarif, service economy....
vip tarif, service economy....
it was two years have been long study in kuis, we were got a lot of experience, got a lot of frieds
from local students and some international students. advance in knowledge we were focus on it.
everyday came to campus with attire performance walk along side bandar seri putra area.
sunshine when so hot bit our skin until dry and so were when we were arrived in kuis. some guard
watching us like an strangers come from the other plan net. like an alien is arriving on earth,
checking identity card such as colonialism era. one by one passing inside to the college with groaning in their mouth criticize that colonialist guard.asking nicely guard we will deserve you are nice too.
anything come from Islamic style. it the good promotion about this college, on the first we were be
student in kuis, we feel it so amazing!!! we can sight of lake in front of kuis, we can play flying fox
on the back side, everything so nice on the first time..
time to time we were lived in kuis and get along with all environment, until the days new rector come to kuis
everything got changed, rule, stuff, and the other thing i can't share here...
English is the main point for international student to live in the kuis, and is so amazing,,most of the people
don't speak English very well, international to be second child in kuis. because of communication, when student international came to the stuff to asking about problem and asking about entire KUiS, we ain't got nothing,why because of English not kind well.so funny international college most of them cannot speak english..
we were pay maybe double than local student, but what you get, grumpy on the office, obstacle on everything, yeah we were know about the rule, yeah we were that rule binding us,but you have to know that we are not child again even our parent release us to study in abroad because they are know we are already mature,
when we will solve problem every body runaway like we are jail bird it very dangerous to met. they are like a king and we are slave, we have to waiting until an hour to meet them even they are insdie of office. could you are imagine international now, may be around 40 or some.
but they are still late to process our proceeding...owh that show you are lazy.lazy.
it was two years have been long study in kuis, we were got a lot of experience, got a lot of frieds
from local students and some international students. advance in knowledge we were focus on it.
everyday came to campus with attire performance walk along side bandar seri putra area.
sunshine when so hot bit our skin until dry and so were when we were arrived in kuis. some guard
watching us like an strangers come from the other plan net. like an alien is arriving on earth,
checking identity card such as colonialism era. one by one passing inside to the college with groaning in their mouth criticize that colonialist guard.asking nicely guard we will deserve you are nice too.
anything come from Islamic style. it the good promotion about this college, on the first we were be
student in kuis, we feel it so amazing!!! we can sight of lake in front of kuis, we can play flying fox
on the back side, everything so nice on the first time..
time to time we were lived in kuis and get along with all environment, until the days new rector come to kuis
everything got changed, rule, stuff, and the other thing i can't share here...
English is the main point for international student to live in the kuis, and is so amazing,,most of the people
don't speak English very well, international to be second child in kuis. because of communication, when student international came to the stuff to asking about problem and asking about entire KUiS, we ain't got nothing,why because of English not kind well.so funny international college most of them cannot speak english..
we were pay maybe double than local student, but what you get, grumpy on the office, obstacle on everything, yeah we were know about the rule, yeah we were that rule binding us,but you have to know that we are not child again even our parent release us to study in abroad because they are know we are already mature,
when we will solve problem every body runaway like we are jail bird it very dangerous to met. they are like a king and we are slave, we have to waiting until an hour to meet them even they are insdie of office. could you are imagine international now, may be around 40 or some.
but they are still late to process our proceeding...owh that show you are lazy.lazy.
arsitek cinta
![]() |
| seindah arsitek cinta |
lihatlah semua bangunan yang ada didunia, lihatlah betapa indah ia menghiasi bumi
lihatlah bentuk bangunan yang mempesona hasil indah para arsitek dunia, pandangi ia
dengan perassan terbuka, pandangi ia dengan mata penuh bangga.
terkagum ku lihat dari layar kaca belahan dunia lain yang belum ku sebrangi,
rasa ini memintaku dengan segera untuk mengnjunginya, referensi karya berjuta
bahkan bermiliaran untuk membangun sebuah benda. beribu hari, berbulan, bahkan
bertahun tahun waktu demi sebuah rancangan terbaik.
namun arsitek adalah manusia " rancangannya tidak seindah rancangan tuhan ". ia bisa
hancur dilalap bencana, bisa hilang diterpa badai ribut yang melanda, mungkin juga akibat kesalahan
manusia yang alpa mempertibangkan segalanya secara teliti.
dan begitu juga arsitek cinta manusia, rancangannya tidak seindah rancangan tuhan, terkadang kita
mendahului rancangan tuhan, hingga saat badai datang menerpa, melesap, hancur
berantakan begitu saja, bahkan korban berjatuhan karena cinta.
hukum newton berkata " bahwa suatu benda tidak akan berubah jika tidak ada benda yang merubahnya"
begitu juga rancangan arsitek cinta manusia, selalu berubah mengikut masa, karena benturan
bdai angin yang menerpa, hujan yang selalu turun, bahkan panas yang selalu mencubit rancangan arsitek cinta
arsitek cinta manusia hanya menyusun mozaik mozaik rasa kemudian menyatukannya, hanya menjadi market
yang kadang terkelupas kekurangan pelekat, atau kurangnya desain hingga begitu mudah digagalkan.
namun arsitek cinta sesungguhnya ialah tuhan yang menyatukan mozaik mozaik cinta dari dalam hingga luar,
desainnya begitu teratur, hingga hitam bisa bertemu putih, hingga pendek bisa bertemu panjang,
pena yang digunakan begitu mahal hinga guratanyya begitu nyala, hingga aturan tuhan tentang cinta
begitu nyala jika kita mematuhinya.
arsitek cinta tolong bangunkan cintaku hingga kokoh menjulang, aku tahu bahwa arsitek cinta hanya
mampu mendesainya, tinggal kemampuan penghuni menghiasinya.....
lihatlah bentuk bangunan yang mempesona hasil indah para arsitek dunia, pandangi ia
dengan perassan terbuka, pandangi ia dengan mata penuh bangga.
terkagum ku lihat dari layar kaca belahan dunia lain yang belum ku sebrangi,
rasa ini memintaku dengan segera untuk mengnjunginya, referensi karya berjuta
bahkan bermiliaran untuk membangun sebuah benda. beribu hari, berbulan, bahkan
bertahun tahun waktu demi sebuah rancangan terbaik.
namun arsitek adalah manusia " rancangannya tidak seindah rancangan tuhan ". ia bisa
hancur dilalap bencana, bisa hilang diterpa badai ribut yang melanda, mungkin juga akibat kesalahan
manusia yang alpa mempertibangkan segalanya secara teliti.
dan begitu juga arsitek cinta manusia, rancangannya tidak seindah rancangan tuhan, terkadang kita
mendahului rancangan tuhan, hingga saat badai datang menerpa, melesap, hancur
berantakan begitu saja, bahkan korban berjatuhan karena cinta.
hukum newton berkata " bahwa suatu benda tidak akan berubah jika tidak ada benda yang merubahnya"
begitu juga rancangan arsitek cinta manusia, selalu berubah mengikut masa, karena benturan
bdai angin yang menerpa, hujan yang selalu turun, bahkan panas yang selalu mencubit rancangan arsitek cinta
arsitek cinta manusia hanya menyusun mozaik mozaik rasa kemudian menyatukannya, hanya menjadi market
yang kadang terkelupas kekurangan pelekat, atau kurangnya desain hingga begitu mudah digagalkan.
namun arsitek cinta sesungguhnya ialah tuhan yang menyatukan mozaik mozaik cinta dari dalam hingga luar,
desainnya begitu teratur, hingga hitam bisa bertemu putih, hingga pendek bisa bertemu panjang,
pena yang digunakan begitu mahal hinga guratanyya begitu nyala, hingga aturan tuhan tentang cinta
begitu nyala jika kita mematuhinya.
arsitek cinta tolong bangunkan cintaku hingga kokoh menjulang, aku tahu bahwa arsitek cinta hanya
mampu mendesainya, tinggal kemampuan penghuni menghiasinya.....
February 17, 2011
edisi cinta para pujangga
ketika pujangga jatuh cinta,,,??
kata kata indah mengalir jernuh bak air dari pegunungan, untaian yang mendayu dayu memainkan goresan goresan kata menjadi nada nada pesona yang membuka tabir hati yang tertutup begitu luas terbuka, menghiasi hati dengan bunga bunga kata. kesedihan menjadi cerita cerita panjang mengotori buku diary kecil menjadi teman bicara. disambut tetesan air mata tanda penghayatan. begitu cengengkah ia?? begitu rapuhkah ia??..rasanya tidak,,karena dendam setiap pujangga merobek kertas putih dengan keras, menghentam hati dengan permainan kata,,,
aku bingung dengan pujangga,,ramai orang bercinta bahkan merayu perempuan berasal dari pujangga,,hingga cinta manusia biasa begitu kekal menghiasi dunia, jutaan lagu cinta lahir dari goresan para pujangga...namun apa yang terjadi,,pujangga kerap kali jatuh cinta namun ia juga kerap menjadi mangsa para wanita??....aku meragukan kata pujangga....
yakin,,,tidak semua kata indah mampu membabat habis para wanita...namun aku juga yakin bahwa kata pujangga membuat cinta lebih mempesona.....meracik komposisi cinta menjadi hidangan lezat tak terkira,,,berjuanglah pujangga meraih cinta,,bukan menjadi pengekal cinta para insan dunia...
kata kata indah mengalir jernuh bak air dari pegunungan, untaian yang mendayu dayu memainkan goresan goresan kata menjadi nada nada pesona yang membuka tabir hati yang tertutup begitu luas terbuka, menghiasi hati dengan bunga bunga kata. kesedihan menjadi cerita cerita panjang mengotori buku diary kecil menjadi teman bicara. disambut tetesan air mata tanda penghayatan. begitu cengengkah ia?? begitu rapuhkah ia??..rasanya tidak,,karena dendam setiap pujangga merobek kertas putih dengan keras, menghentam hati dengan permainan kata,,,
aku bingung dengan pujangga,,ramai orang bercinta bahkan merayu perempuan berasal dari pujangga,,hingga cinta manusia biasa begitu kekal menghiasi dunia, jutaan lagu cinta lahir dari goresan para pujangga...namun apa yang terjadi,,pujangga kerap kali jatuh cinta namun ia juga kerap menjadi mangsa para wanita??....aku meragukan kata pujangga....
yakin,,,tidak semua kata indah mampu membabat habis para wanita...namun aku juga yakin bahwa kata pujangga membuat cinta lebih mempesona.....meracik komposisi cinta menjadi hidangan lezat tak terkira,,,berjuanglah pujangga meraih cinta,,bukan menjadi pengekal cinta para insan dunia...
January 23, 2011
romantika khatulistiwa yang terlupa
bandara soekarno hatta, dimana awal kita meninggalkan nusantara, hirup pikuk jakarta penuh sesak
dengan jutaan manusia yang memadatinya, berjuta kenderaan turun ke jalan mengisi setiap ruang dan
lorong ibu kota nusantara. lampu lalu lintas menjadi saksi setiap sesaknya jalanan disinari matahari
yang terik membakar kotak kotak besi yang merangkak perlahan.
gedung bertingkat berjejer tak beraturan, entah arshitek mana yang mengaturnya, pohon pohon yang kian
menipis akibat pembukaan lahan yang kian rakus memakan semuanya. sedikit malu untuk bergerak dan angin
pun kian enggan untuk menyapanya. hiasan alam yang hanya sekadar hiasan. sudut kota kian kumuh berubah menjadi
rumah para serangga liar. sampah bertumpuk bak gunung gunung liar yang tumbuh dipadang pasir, sebentar menghilang
sebentar ada. rumah kumuh, rumah sederhana, hingga rumah yang penuh kemewahan menghiasi grigi grigi jalan
kian lama kian menipis disudutkan halaman yang tidak berbelas kasihan kepada para pengguna jalan.
tv masih menyala memberitakan semua informasi yang tidak seharusnya diberitakan,panggung panggung hiburan
tidak pernah habis mengisi waktu waktu kosong, begitu heran, begitu setress kah penduduk negri ini, hingga hiburan
menjadi makanan sehari hari. gambar yang bergerak dimana para pencuri pencuri negara sedang tersenyum melambaikan
tangan tanpa penyesalan. para pembunuh tertawa kegirangan bersama uang menyumbat para polisi negara. bencana alam
menjadi hiasan warta kota, entah cobaan mana yang tuhan telah berikan. hingga tangisan begitu mudah kita dengarkan
, ketidakadilan kurang diperhatikan. orang kecil jadi mangsa penindasan.
senyum sinis para politis yang kalah bersaing padahal sama sama diperantauan, makan memakan jadi kebiasaan
saling menjatuhkan jadi tontonan.uh drama kehidupan yang kian membosan, karena si kaya makin lahap memakan
bangsa dan si miskin bekerja untuk bertahan. penyanyi jalanan mengisi nada sumbang kehidupan dengan senyuman
tanpa malu menghulurkan tangan meminta belas kasihan dari para pengguna jalan tidak akan peduli lagi tentant sebuah harga diri.kasihan kawan. panas terik dan hujan badai jadi
hiburan karena air menggenang, menyiksa devisa negara karena kehancuran.
asongan,pedagan koran jadi pion pion para raja jahannam mengeruk sebuah keuntungan dari pungutan undian
di beberapa perjalanan. sorak sorai para pendemo mengisi sudut jantung istana istana raja. entah berapa juta
pengharapan yang sudah di abaikan, hingga tiada jalan meminta dengan tidak hormat kepada para atasan. pengangguran
makin melambung, harga makin membumbung, rakya semakin terapung dilautan luas ekonomi, warna warna layar ke kuasaan
mengisi birunya langit yang tidak bertepi, bertempur bak para perampok laut saling menumpahkan darah.
semua kenangan mulai terlupakan saat pesawat meninggalkan bumi melepaskan semua beban. bergantilah sebuah kehidupan
dari ketidak aturan penuh dengan ketenangan, pagi begitu indah di selingi kicauan burung bersama pohon yang melambai
menyambut pagi. perjalan tanpa hambatan karena keterautan, rasa benci menghilang karena kata tilang sudah lama
tidak didengar. menambah kecepatan jadi hiburan memacu kendaraan yang kesepeian.
radio dan televisi pun seakan bosan memberitakan kebohongan para raja raja yang kelaparan, heran penuh heran saat perbandingan
dengan nusantra, menggelang kepala terjulur lidah mencemooh khatulistiwa. keharmonisan begitu terasa pertumbuhan darah jadi hal langka
megisi lubang telinga, luar negri jadi cinta. jejalan gaji buta yang melambung mematikan niat kembali ke nusantra,
tunjangan kehidupan dan damainya persiapan menarik balik sejarah cinta dari khatulistiwa.
tahun demi tahun meninggalkan nusantara, istri pun sudah dibawa, cucu yang didamba menghiasi rumah tangga, dialek bahasa nusantara hanyut di telan badai luar negri. kemakmuran sudah terasa padahal negri tidak sekaya nusantara namun kenapa masih begitu banyak kelaparan, kemiskinan, bahkan kaum fapa merajalela.
hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan, tahun demi tahun. waktu yang tidak terasa kita telah meningalkan nusantara, kampung halaman tercinta di pelupuk mata, ramah tamah sudah tidak terasa, keluarga tercinta mulai ada membayangi setiap ruang rindu didalam hati.
sayup sayup terdengar dari speaker " lusuhnya bendera di halaman rumah kita bukan jadi alasan untuk kita tinggalkan".aha
lagu yang menggugah suasana entah berapa lama aku terlupa akan romantika khatulistiwa.
LOVE U INDONESIA
January 22, 2011
jika 1 hari tersisa untuk mengisi kehidupan
suasana bumi yang tidak menentu, udara panas berubah menjadi dingin,
suhu dingin berubah menjadi panas yang tidak kepalang,globalisasi era
tubuh manusia tidak seperrti robot yang bisa menyesuaikan dengan suhu
dengan sekedip mata,memakan waktu yang tidak sebentar sedangkan waktu datang tanpa tendeng aling
mengubah dunia, inilah ketetapan tuhan akibat ulah tangan manusia yang lupa dan alpa menjadi seorang
khalifah di muka bumi.
menunggu suhu yang tidak setia pada keadaan. saatnya tubuh menunjukan kelemahan.
terbaring membujur menunggu sembuh, hanya mata yang bermain dengan langit langit kamar
disebarang makanan sisa pagi yang tidak sempat dihabiskan. bersatu dengan obat unuk mengisi rasa sakit
jika ia datang menjelang.rasa sakit itu telah datang.
anganku mulai terbang, pikiranku melayang, sekelabat bayangan mengungah lamunan.
keringat dingin mulai bercucuran, dingin menggiggil kembali terasa, rayuan kepada tuhan
kembali menghiasi bibir pucat pasi menahan sakit. rayuan untuk memanjangkan kehidupan
rayuan untuk segera dihilangkan. kesombongan yang dulu hinggap harus ditepis dengan rasa sakit
cobaan dari tuhan. perlahan menipis takut kematian itu datang.
bayangan malaikat ijaril pencabut nyawa semakin terasa mendekat, setiap denyutan rasa sakit
menjadi penguat rasa takut, denyutannya seakan tanda tanda kita akan dikembalikannya. setiap denyutannya
menjadi jarak tempuh waktu memutar putaran waktu, setiap denyut menjadi menit penanda waktu semakin senja.
segunung dosa dan sejuta alpa menjadi racun yang mendera rasa, setiap tasbih dibaca menjadi pelipur lara
setitik embun disudut mata berharap jadi penebus dosa.
sedikit kata ingin keluar dari bibir yang dulu penuh manja memainkan kata, segumpal hati yang dulu
bangga dengan setiap kata, benci dan iri menjadi aliran darah yang memacu hati untuk
kembali bekerja.menyerah dan pasrah tanda melemahnya kehidupan dan semangat untuk bertahan.
seutas kata lahir dari seorang hamba" apapun yang terjadi live must go on". menjadi cambuk penyemangat,
menjadi obat penawar penyakit yang tidak kunjung reda berharap untuk bangkit dari keterpurukan. mengingatkan bahwa
hidup kita lebih berharga, untuk meruntuhkan alpa yang tidak reda, untuk menggusur setiap dosa yang tidak ku lupa.
terima kasih untuk sebuah kata yang tak kan lupa bahwa hidup yang penuh semangat lebih berharga dengan usaha, bukan mengharap
surga dengan terbaring menanti masa.
dan jika 1 hari tersisa menunggu kematian yang akan tiba, berjanji untuk berusaha mengubah dunia,
jika tidak mampu mengubahnya dengan tanganmu, maka ubahlah dunia dengan kata kata.
dan jika 1 hari tersisa untukmu, maka yakinlah pengabdianmu dengan tuhan tidak kau lupa
dan jika 1 hari tersisa,tertawa lah dengan bahagia. dan yakin tuhan sedang menantimu di surga
suhu dingin berubah menjadi panas yang tidak kepalang,globalisasi era
tubuh manusia tidak seperrti robot yang bisa menyesuaikan dengan suhu
dengan sekedip mata,memakan waktu yang tidak sebentar sedangkan waktu datang tanpa tendeng aling
mengubah dunia, inilah ketetapan tuhan akibat ulah tangan manusia yang lupa dan alpa menjadi seorang
khalifah di muka bumi.
menunggu suhu yang tidak setia pada keadaan. saatnya tubuh menunjukan kelemahan.
terbaring membujur menunggu sembuh, hanya mata yang bermain dengan langit langit kamar
disebarang makanan sisa pagi yang tidak sempat dihabiskan. bersatu dengan obat unuk mengisi rasa sakit
jika ia datang menjelang.rasa sakit itu telah datang.
anganku mulai terbang, pikiranku melayang, sekelabat bayangan mengungah lamunan.
keringat dingin mulai bercucuran, dingin menggiggil kembali terasa, rayuan kepada tuhan
kembali menghiasi bibir pucat pasi menahan sakit. rayuan untuk memanjangkan kehidupan
rayuan untuk segera dihilangkan. kesombongan yang dulu hinggap harus ditepis dengan rasa sakit
cobaan dari tuhan. perlahan menipis takut kematian itu datang.
bayangan malaikat ijaril pencabut nyawa semakin terasa mendekat, setiap denyutan rasa sakit
menjadi penguat rasa takut, denyutannya seakan tanda tanda kita akan dikembalikannya. setiap denyutannya
menjadi jarak tempuh waktu memutar putaran waktu, setiap denyut menjadi menit penanda waktu semakin senja.
segunung dosa dan sejuta alpa menjadi racun yang mendera rasa, setiap tasbih dibaca menjadi pelipur lara
setitik embun disudut mata berharap jadi penebus dosa.
sedikit kata ingin keluar dari bibir yang dulu penuh manja memainkan kata, segumpal hati yang dulu
bangga dengan setiap kata, benci dan iri menjadi aliran darah yang memacu hati untuk
kembali bekerja.menyerah dan pasrah tanda melemahnya kehidupan dan semangat untuk bertahan.
seutas kata lahir dari seorang hamba" apapun yang terjadi live must go on". menjadi cambuk penyemangat,
menjadi obat penawar penyakit yang tidak kunjung reda berharap untuk bangkit dari keterpurukan. mengingatkan bahwa
hidup kita lebih berharga, untuk meruntuhkan alpa yang tidak reda, untuk menggusur setiap dosa yang tidak ku lupa.
terima kasih untuk sebuah kata yang tak kan lupa bahwa hidup yang penuh semangat lebih berharga dengan usaha, bukan mengharap
surga dengan terbaring menanti masa.
dan jika 1 hari tersisa menunggu kematian yang akan tiba, berjanji untuk berusaha mengubah dunia,
jika tidak mampu mengubahnya dengan tanganmu, maka ubahlah dunia dengan kata kata.
dan jika 1 hari tersisa untukmu, maka yakinlah pengabdianmu dengan tuhan tidak kau lupa
dan jika 1 hari tersisa,tertawa lah dengan bahagia. dan yakin tuhan sedang menantimu di surga
January 15, 2011
TIME TO CHANGE
| 2010-09-25 15:48:42 |
TIME TO CHANGE Berhasil mengatasi masalah akan mengantarkan kita pada posisi yang bagus untuk mengatasi masalah berikutnya. Kesuksesan kita akan menjadi bekal yang sangat baik untuk mencapai kesuksesan2 berikutnya. Orang yang kaya menjadi lebih kaya bukan karena harta yang dimilikinya, namun karena arah yang benar dalam usaha dan kehidupannya; tindakan yang benar dalam langkah-langkahnya, sehingga kesuksesan itu akan muncul ber-ulang2! Kalau dalam kehidupan, kita melihat yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin. Memang itu yang terjadi. Sekarang lihatlah kehidupan kita. Apakah kita makin kaya atau makin miskin? Jika kita makin miskin, maka segeralah berbalik arah. Kita pasti melakukan kesalahan yang mungkin tidak kita sadari. Jika kita tetap menjalani apa yang kita lakukan sekarang ini, maka kemungkinan kita akan semakin terpuruk. Namun jika kita merasa makin kaya, maka melangkahlah makin cepat. Berlarilah! Karena arah Kita sudah benar . Jika kita cenderung mengalami kemerosotan dalam taraf kehidupan, maka saatnya sekarang berbalik arah! Ubah arah kita karena itu tidak bisa ditawar-tawar lagi. Kita telah melakukan kesalahan! Sekaranglah saatnya KITA berubah! Kemalasan kita ubah menjadi ketekunan. Kesombongan kita harus diubah menjadi keramahan. Kesederhanaan kita dalam berpikir harus kita ubah dengan kreativitas yang genius. Kelalain Kita harus kita ubah dengan kewaspadaan yang tajam. Waktu kita harus diisi penuh dengan aktivitas, detik demi detik. Pikiran negatif kita harus diubah dengan pikiran positif. Apakah mudah? Jangan bertanya lagi! Begitu kita ingat maka lakukan perubahan itu, terus menerus, hingga kita tidak akan merasakan itu, dan kita sudah berbalik arah. Ya, sekaranglah saatnya kita banting setir! Rasakan perubahan itu. Bila kehidupan kita sudah mulai membaik, maka semangati untuk melakukan lebih kencang, bergerak lebih cepat, berpikir lebih taktis dan lakukan terus hal-hal baik yang sudah membuat kehidupan kita menuju arah yang benar. Ingat! Orang yang kaya semakin kaya, bukan karena dia memiliki harta lebih banyak, namun karena dia sudah berada diarah yang benar. Kesuksesan yang dia capai telah membuat efek domino untuk kesuksesan berikutnya! Bagaimana memulainya, mulailah dengan tersenyum, karena ternyata energi senyuman itu mampu membuat sebuah perubahan yang dahsyat, maka wajarlah kalau Rosulullah bilang " Senyumanmu kepada Saudaramu itu adalah sedekah ", seperti kisah dahsyat dibawah ini : Saya adalah ibu dari tiga orang anak dan baru saja menyelesaikan kuliah saya. Kelas terakhir yang harus saya ambil adalah Sosiologi. Tugas terakhir yang diberikan ke para siswanya diberi nama "Smiling." Seluruh siswa diminta untuk pergi ke luar dan memberikan senyumnya kepada tiga orang asing yang ditemuinya dan mendokumentasikan reaksi mereka. Setelah itu setiap siswa diminta untuk mempresentasikan didepan kelas. Saya adalah seorang yang periang, mudah bersahabat dan selalu tersenyum pada setiap orang. Jadi, saya pikir,tugas ini sangatlah mudah. Setelah menerima tugas tsb, saya bergegas menemui suami saya dan anak bungsu saya yang menunggu di taman di halaman kampus, untuk pergi kerestoran yang berada di sekitar kampus. Pagi itu udaranya sangat dingin dan kering. Sewaktu suami saya akan masuk dalam antrian, saya menyela dan meminta agar dia saja yang menemani si Bungsu sambil mencari tempat duduk yang masih kosong. Ketika saya sedang dalam antrian, menunggu untuk dilayani, mendadak setiap orang di sekitar kami bergerak menyingkir, dan bahkan orang yang semula antri dibelakang saya ikut menyingkir keluar dari antrian. Ketika saya berbalik dan melihat mengapa mereka semua pada menyingkir ? Saat berbalik itulah saya membaui suatu "bau badan kotor" yang cukup menyengat, ternyata tepat di belakang saya berdiri dua orang lelaki gelandangan yang sangat dekil! Saya bingung, dan tidak mampu bergerak sama sekali. Ketika saya menunduk, tanpa sengaja mata saya menatap laki-laki yang lebih pendek, yang berdiri lebih dekat dengan saya, dan ia sedang "tersenyum" kearah saya. Gelandangan ini bermata biru, sorot matanya tajam, tapi juga memancarkan kasih sayang. Ia menatap kearah saya, seolah ia meminta agar saya dapat menerima 'kehadirannya' ditempat itu. Ia menyapa "Good day!" sambil tetap tersenyum dan sembari menghitung beberapa koin yang disiapkan untuk membayar makanan yang akan dipesan. Secara spontan saya membalas senyumnya, dan seketika teringat oleh saya 'tugas' yang diberikan oleh dosen saya. Lelaki kedua sedang memainkan tangannya dengan gerakan aneh berdiri di belakang temannya. Saya segera menyadari bahwa lelaki kedua itu menderita defisiensi mental ( maaf - idiot ), dan lelaki dengan mata biru itu adalah "penolong"nya. Saya merasa sangat prihatin setelah mengetahui bahwa ternyata dalam antrian itu kini hanya tinggal saya bersama mereka,dan kami bertiga tiba2 saja sudah sampai didepan counter. Ketika wanita muda di counter menanyakan kepada saya apa yang ingin saya pesan, saya persilahkan kedua Gelandangani ini untuk memesan duluan. Lelaki bermata biru segera memesan "Kopi saja, satu cangkir Nona." Ternyata dari recehan yang terkumpul hanya itulah yang mampu dibeli oleh mereka . Aturan direstoran disini, jika ingin duduk di dalam restoran dan menghangatkan tubuh, maka orang harus membeli sesuatu. Dan tampaknya kedua orang ini hanya ingin menghangatkan badan. Tiba2 saja saya diserang oleh rasa iba yang membuat saya sempat terpaku beberapa saat, sambil mata saya mengikuti langkah mereka mencari tempat duduk yang jauh terpisah dari tamu2 lainnya, yang hampir semuanya sedang mengamati mereka. Pada saat yang bersamaan, saya baru menyadari bahwa saat itu semua mata di restoran itu juga sedang tertuju ke diri saya, dan pasti juga melihat semua 'tindakan' saya. Saya baru tersadar setelah petugas di counter itu menyapa saya untuk ketiga kalinya menanyakan apa yang ingin saya pesan. Saya tersenyum dan minta diberikan dua paket lagi makan pagi - diluar pesanan saya - dalam nampan terpisah. Setelah membayar semua pesanan, saya minta bantuan petugas lain yang ada di counter itu untuk mengantarkan nampan pesanan saya ke meja/tempat duduk suami dan anak saya. Sementara saya membawa nampan lainnya berjalan melingkari sudut kearah meja yang telah dipilih kedua lelaki gelandangan itu untuk beristirahat. Saya letakkan nampan berisi makanan itu di atas mejanya, dan meletakkan tangan saya di atas punggung telapak tangan dingin lelaki bemata biru itu, sambil saya berucap "makanan ini telah saya pesan untuk kalian berdua." Kembali mata biru itu menatap dalam ke arah saya, kini mata itu mulai basah ber-kaca2 dan dia hanya mampu berkata "Terima kasih banyak, nyonya." Saya mencoba tetap menguasai diri saya, sambil menepuk bahunya saya berkata "Sesungguhnya bukan saya yang melakukan ini untuk kalian, Tuhan juga berada di sekitar sini dan telah membisikkan sesuatu ketelinga saya untuk menyampaikan makanan ini kepada kalian." Mendengar ucapan saya, si Mata Biru tidak kuasa menahan haru dan memeluk lelaki kedua sambil terisak-isak. Saat itu sayapun ingin sekali merengkuh kedua lelaki itu. Saya sudah tidak dapat menahan tangis ketika saya berjalan meninggalkan mereka dan bergabung dengan suami dan anak saya, yang tidak jauh dari tempat duduk mereka. Ketika saya duduk suami saya mencoba meredakan tangis saya sambil tersenyum dan berkata "Sekarang saya tahu, kenapa Tuhan mengirimkan dirimu menjadi istriku, yang pasti, untuk memberikan 'keteduhan' bagi diriku dan anak-2ku! " Kami saling berpegangan tangan beberapa saat dan saat itu kami benar2 bersyukur dan menyadari,bahwa hanya karena 'bisikanNYA' lah kami telah mampu memanfaatkan 'kesempatan' untuk dapat berbuat sesuatu bagi orang lain yang sedang sangat membutuhkan. Ketika kami sedang menyantap makanan, dimulai dari tamu yang akan meninggalkan restoran dan disusul oleh beberapa tamu lainnya, mereka satu persatu menghampiri meja kami, untuk sekedar ingin 'berjabat tangan' dengan kami. Salah satu diantaranya, seorang bapak, memegangi tangan saya, dan berucap "Tanganmu ini telah memberikan pelajaran yang mahal bagi kami semua yang berada disini, jika suatu saat saya diberi kesempatan oleh-NYA, saya akan lakukan seperti yang telah kamu contohkan tadi kepada kami." Saya hanya bisa berucap "terimakasih" sambil tersenyum. Sebelum beranjak meninggalkan restoran saya sempatkan untuk melihat kearah kedua lelaki itu, dan seolah ada 'magnit' yang menghubungkan bathin kami, mereka langsung menoleh kearah kami sambil tersenyum, lalu melambai-2kan tangannya kearah kami. Dalam perjalanan pulang saya merenungkan kembali apa yang telah saya lakukan terhadap kedua orang tunawisma tadi, itu benar2 'tindakan' yang tidak pernah terpikir oleh saya. Pengalaman hari itu menunjukkan kepada saya betapa 'kasih sayang' Tuhan itu sangat HANGAT dan INDAH sekali! Saya kembali ke college, pada hari terakhir kuliah dengan 'cerita' ini ditangan saya. Saya menyerahkan 'paper' saya kepada dosen saya. Dan keesokan harinya, sebelum memulai kuliahnya saya dipanggil dosen saya ke depan kelas, ia melihat kepada saya dan berkata, "Bolehkah saya membagikan ceritamu ini kepada yang lain?" dengan senang hati saya mengiyakan. Ketika akan memulai kuliahnya dia meminta perhatian dari kelas untuk membacakan paper saya. Ia mulai membaca, para siswapun mendengarkan dengan seksama cerita sang dosen, dan ruangan kuliah menjadi sunyi. Dengan cara dan gaya yang dimiliki sang dosen dalam membawakan ceritanya, membuat para siswa yang hadir di ruang kuliah itu seolah ikut melihat bagaimana sesungguhnya kejadian itu berlangsung, sehingga para siswi yang duduk di deretan belakang didekat saya diantaranya datang memeluk saya untuk mengungkapkan perasaan harunya. Diakhir pembacaan paper tersebut, sang dosen sengaja menutup ceritanya dengan mengutip salah satu kalimat yang saya tulis diakhir paper saya . "Tersenyumlah dengan "HATI"-mu, dan kau akan mengetahui betapa 'dahsyat' dampak yang ditimbulkan oleh senyummu itu." Mari kita senyumkan mereka dengan SEDEKAH bersama Rumah Yatim Indonesia |
MEMBELI CINTA
Aisyah r.a berkata bahwa beliau pernah mendengar Rosulullah SAW bersabda," Apabila harta kekayaan tidak terdapat sedekah sama sekali, maka ia akan membinasakannya".
Sahabat Rumah Yatim Indonesia yang dicintai Allah SWT, terfikirkah oleh kita bahwa segala harta kekayaan yang kita kumpulkan sedikit demi sedikit hingga kemudian membukit, demikian juga segala jabatan dan kekuasaan yang dalam genggaman kita saat ini dan esok, akan musnah dalam sekejab diluar prediksi kita, sebabnya kelihatannya sepele KARENA KITA LUPA SEDEKAH.
Dikisahkan, seorang bangsawan mempunyai seorang pembantu setia yang telah bekerja padanya sedari kecil. Pembantu itu adalah anak yatim piatu terlantar yang dipungut oleh ayahnya di suatu tempat. Sedangkan si bangsawan adalah orang yang hidup berkelimpahan harta, gemar berfoya-foya, namun tidak peduli dengan orang-orang di sekitarnya yang miskin dan menderita.
Suatu hari, si majikan memberi tugas kepada si pembantu tersebut untuk pergi ke luar kota menagih utang. Sebelumnya, dengan nada pongah dia berpesan, “Pembantuku, setelah Kamu berhasil menagih semua uang itu, pergilah berkeliling kota untuk mencari dan membelikan barang yang belum aku miliki.”
Di dalam hati, si bangsawan tertawa geli. Sebab ide menugaskan si pembantu untuk mencari dan membelikan barang yang belum dipunyai, sebenarnya bertujuan untuk mempermainkan pembantunya demi menyombongkan dirinya sendiri. Hal itu dilakukan karena dia tahu bahwa di rumahnya yang indah dan dipenuhi dengan kekayaan yang berlimpah itu, tidak ada suatu barang berharga apapun yang tidak dimilikinya.
“Biarkan saja dia pusing dan kecapekan berjalan mencarikan barang buatku hahaha”. Serunya sambil tertawa-tawa dalam hati, membayangkan pembantunya akan frustasi.
Beberapa hari kemudian, saat pembantunya pulang, si bangsawan menyambutnya dengan antusias. Ia ingin tahu barang apa yang berhasil di beli oleh pembantunya. Tetapi alangkah, kaget dan marah ketika tahu bahwa uang yang berhasil ditagih, dihabiskan si pembantu dengan memberikan barang-barang kepada orang-orang miskin di sana. Tanpa mau mendengar alasannya, si pembantu dihukum cambuk. Kemudian ia juga dipotong gajinya, dan sejak saat itu, si bangsawan memperlakukan pembantu tersebut dengan kasar dan penuh makian.
Tiba suatu ketika, terjadi bencana alam yang luar biasa di sana. Seluruh harta si bangsawan musnah dan dia pun jatuh bangkrut. Karena musibah yang memporak-porandakan desa itu, kemudian si bangsawan memutuskan untuk pergi ke kota lain guna mencari kehidupan baru. Sementara, sang pembantu yang sering dicacinya, tetap setia mengikutinya.
Berhari-hari kemudian, setibanya mereka di sebuah kota, penduduk di sana menyambut mereka dengan baik dan ramah. Bahkan, banyak di antara mereka memberi makan dan tumpangan. Mendapat perlakuan yang sangat ramah tersebut, si bangsawan keheranan. Ia tidak menyangka akan mendapat perlakuan seperti itu. Lantas, ia pun bertanya kepada si pembantu.
Pembantu itu pun kemudian memberi penjelasan, “Tuanku, saya pernah kemari beberapa waktu lalu. Tuan pasti ingat, sewaktu memberi tugas kepada saya untuk memberikan barang yang belum Tuan miliki dari semua uang hasil tagihan. Uang itu telah saya belikan cinta kepada orang-orang yang membutuhkan bantuan saat itu. Sekarang, giliran merekalah yang menolong kita saat ini. Waktu itu Tuan telah punya semua barang, hanya satu barang yang Tuan belum miliki, yaitu cinta. Maka, waktu itu saya membelikanya untuk Tuan. Dan cinta itulah yang saat ini memberi kehidupan baru kepada kita. Semoga Tuan memahami dan tidak marah lagi atas tindakan saya waktu itu.”
Dengan mata berkaca-kaca, si bangsawan kemudian memeluk pembantu setianya itu. Ia pun berucap, “Sekarang aku baru sadar, aku adalah seorang kaya yang miskin… Miskin cinta, miskin perhatian pada orang lain. Terima kasih Sahabat… Maafkan aku. Aku telah memperlakukanmu dengan semena-mena. Padahal Engkau telah membelikan cinta yang tidak aku miliki. Sekarang, justru cinta itulah yang menolong kita untuk memulai kehidupan baru.”
Sahabat, Kita hidup di dunia ini tidak sendiri, namun saling bergantung satu sama lain. Kita sangat membutuhkan orang lain agar hidup kita tidak menjadi kaku dan monoton. Disadari atau tidak, manusia secara alami memiliki keterkaitan satu sama lain. Karena itu, apa yang kita lakukan pada orang lain dan apa yang kita perbuat saat ini, bisa memberi dampak yang terkadang tidak kita sangka di masa mendang.
Karena itu, apapun yang kita lakukan saat ini, harus kita pikirkan bagaimana pengaruhnya bagi orang lalin. Jika kita menebar kebaikan, niscaya kita pun akan mendapatkan balasan kebaikan itu. Memang, kadang tidak secara langsung. Kadang, balasan itu hadir saat kita sedang benar-benar membutuhkan.
Mari, kita asah naluri dan nurani kita agar makin terbiasa membantu orang lain. Dengan begitu, kita telah menanam banyak benih cinta yang buahnya kelak akan membawa kita pada kebahagiaan yang sesungguhnya.

















